Tragedi Cinta Pertama di SMA (Part 3)


Gue masih chatting-an sama Ms. R, tapi tidak dengan Mr. H. Setelah gue minta maaf malam itu, semuanya benar-benar berakhir.
Gue kira setelah kita SMS malem itu, kita bisa jadi temen akrab dan saling sapa satu sama lain.
Ternyata enggak.
Saat kita gak sengaja berpapasan di kantin, dia bener-bener ngelewatin gue gitu aja pas gue mau nyapa dia. Seakan kita gak saling kenal. Seakan SMS malem itu gak pernah terjadi. Gue menyadarkan diri bahwa eksistensi gue sebagai manusia seakan hilang dalam hidupnya.
Fine. Gue rasa itu yang dia inginkan.
Waktu pun terus berjalan. Gak kerasa gue udah naik ke kelas 2 SMA. Semuanya udah mulai berubah.
Gue jadi jarang chatting-an sama Ms. R, gue juga jadi jarang liat Mr. H karena kelas kita yang udah berbeda dan berjauhan. Dan satu lagi, perasaan gue ke dia udah mulai pudar.
Emang bener, waktu bisa mengubah segalanya. Seiring berjalannya waktu, seiring itu pula rasa gue semakin diabaikan. Dan itu yang membuat gue berpikir, untuk apa tetap menyukai seseorang yang jelas-jelas mengabaikan kita? Gue jadi mengerti, cinta sepihak gak akan bertahan lama.
Fase patah hati adalah fase terlama yang gue rasain. Beda dengan saat gue (dengan mudahnya) jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Mr. H. Gue jadi keinget sepenggal lirik lagu dari ST12 yang judulnya Satu Jam.
Satu jam sajaaa...
Ku telah bisa
Cintai kamu kamu kamu
Di hatiku
Namun bagikuuu...
Lupakanmu butuh waktuku seumur hiduuuup...
Oooh...

Gue akhirnya membenarkan lagu ini.

Gak hanya lagu, gue juga melampiaskan perasaan gue melalui status di Facebook gue.

Waktu itu gue lagi suka-sukanya baca novelnya bang Raditya Dika. Salah satu novelnya yang mengena banget di hati gue adalah Marmut Merah Jambu. Buku itu bercerita tentang kisahnya dengan cinta pertamanya. Dan isinya bikin jleb hati gue. Emang gak ada yang bisa ngalahin komedi patah hatinya Bang Dika.

Banyak banget quotes yang gue ambil untuk dijadiin status. Salah satunya yang paling gue ingat adalah ini,

Pada akhirnya, orang yg jatuh cinta diam diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan setelah capek berharap. Pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali hingga makin lama makin jauh. Orang yg jatuh cinta diam diam pada akhirnya menerima. Orang yg jatuh cinta diam diam paham bahwa kenyataan kadang tidak sesuai dg apa yg kita inginkan, dan sesungguhnya yg kita inginkan bisa jadi yg tidak kita butuhkan, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.

Salah satu quotes yang masih gue ingat dengan baik sampe sekarang.

Ya, patah hati itu emang butuh waktu. Waktu untuk memahami semua, waktu untuk belajar mengerti akan hal yang sudah terjadi, dan waktu untuk menyusun hati yang baru.

Semuanya butuh proses.

Dan kini, setelah gue duduk di kelas 3 SMA. Gue melihatnya berjalan di depan gue tanpa pernah menoleh ke gue. Gue yakin, semua sudah selesai. Begitu pun perasaan gue.

***

Gue gak sengaja nge-stalking Mr. H. Dan ternyata gue dibikin kaget. Tiba-tiba bio IG-nya berubah jadi bio seorang cewek yang belum pernah gue kenal sebelumnya. Bukan lagi bio Ms. R. Padahal jelas, sebelumnya disitu tertulis bio Ms. R.

Gue coba stalking bio tersebut.

Dan ternyata, gue tahu cewek itu siapa.

Dia adalah cewek satu rekan dengan Mr. H di OSIS. Ternyata dugaan gue bener. Karena sebelumnya, di instastory- nya gue sering liat dia update kegiatannya dengan menandai IG cewek tersebut.

Gue gak tahu kapan itu terjadi, yang jelas hubungan Mr. H dan Ms. R (yang selama ini dibangga-banggakan) telah berakhir.

Putus tanpa gue tahu sebabnya.

Emang gak ada hubungannya sih sama gue. Tapi gue bener-bener gak percaya ini. Dua tahun mereka pacaran, ternyata bisa berakhir seperti ini. Dan Mr. H justru bersama dengan rekannya (yang memang gue tahu mereka udah lama deket).

Disatu sisi, gue lega. Untung gak jadian sama gue. Kalo jadian sama gue, gue jadi PHO dong, alias Perusak Hubungan Orang.

Disisi lain, gue bener-bener gak habis pikir. Masa iya bisa putus? Secara, dari cerita Ms. R tentang hubungannya, dia seakan yakin bahwa hubungannya akan sampai ke jenjang yang lebih serius. Begitu juga Mr. H.

Sebenernya gue pengen banget tanya ke Ms. R tentang hal ini. Tapi gue takut menyinggung perasaannya. Gue pun membatalkan niat tersebut.

Sampai detik ini, gue masih belum tahu alasan mereka berdua putus. Dan gue cukup membatasi diri gue untuk gak melakukan hal bodoh lagi saat ini.

Gue sempet mikir, gimana kalo dulu gue terima tawaran Ms. R? Gimana kalo dulu gue gak memilih sekolah disini? Gimana kalo gue gak pernah ketemu Mr. H? Apa gue juga akan jatuh cinta pada orang lain?

Untuk 3 tahun yang sangat panjang, gue baru berpikir tentang ini. Dan gue sudah menyia-nyiakan 2 tahun untuk menyukai seseorang yang telah mengabaikan gue.

Pelajaran yang bisa gue ambil,

First, mau sesayang dan secinta apapun kita sama pacar, kalo emang bukan jodoh juga gak bakal bisa terus bersama.

Second, mari kita berhenti membuang waktu dan perasaan kita untuk orang yang mengabaikan kita.

Third, jagain jodoh orang itu capek, guys.😂

Itulah kisah cinta pertama gue yang saaaaaaaaaaaangat panjang. Dan semoga kalian gak bosen baca cerita gue selanjutnya.

Salam dua jari✌


Komentar

Postingan Populer